<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Berbagi - Cerita ..</title>
	<atom:link href="http://ardy7.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ardy7.wordpress.com</link>
	<description>Search inspiration and lesson about life from the story</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Aug 2011 05:36:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ardy7.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Berbagi - Cerita ..</title>
		<link>http://ardy7.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ardy7.wordpress.com/osd.xml" title="Berbagi - Cerita .." />
	<atom:link rel='hub' href='http://ardy7.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tenzing Norgay</title>
		<link>http://ardy7.wordpress.com/2008/09/16/tenzing-norgay/</link>
		<comments>http://ardy7.wordpress.com/2008/09/16/tenzing-norgay/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 07:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardylicious</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardy7.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin Anda pernah mendengar namanya, mungkin juga belum. Kalau Sir Edmund Hillary, pasti Anda pernah mendengarnya. Ya Dialah seorang pendaki pertama yang dapat mengapai puncak tertinggi dunia mount Everest. Dibalik keberhasilan Hillary ada sosok Tenzing Norgay yang membantu memujudkan impiannya. Dari manakah dia berasal, seperti apakah kehidupannya? Sir Edmund Hillary adalah orang pertama di dunia <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardy7.wordpress.com&amp;blog=4162771&amp;post=85&amp;subd=ardy7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://ardy7.files.wordpress.com/2008/09/refleksi_21.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-87" title="refleksi_21" src="http://ardy7.files.wordpress.com/2008/09/refleksi_21.jpg?w=510" alt=""   /></a><em>Mungkin Anda pernah mendengar namanya, mungkin juga belum. Kalau Sir Edmund Hillary, pasti Anda pernah mendengarnya. Ya Dialah seorang pendaki pertama yang dapat mengapai puncak tertinggi dunia mount Everest. Dibalik keberhasilan Hillary ada sosok Tenzing Norgay yang membantu memujudkan impiannya. Dari manakah dia berasal, seperti apakah kehidupannya?<br />
</em><br />
Sir Edmund Hillary adalah orang pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi dunia Puncak Gunung Everest. Tetapi saat ini bukan Sir Edmund Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay. Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu bagi para pendaki gunung yang berniat untuk mendaki gunung Everest.<br />
Tenzing Norgay menjadi pemandu (orang nepal menyebutnya Sherpa) bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama<br />
dengan Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi Everest<br />
pada ketinggian 29,028 kaki diatas permukaan laut dan menjadi orang<br />
pertama didunia yang kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan<br />
pendaki berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka.<br />
<span id="more-85"></span><br />
Pada rentang waktu tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha menaklukkan Everest mengalami kegagalan. Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal mengingat baru berakhirnya Perang Dunia II dan menjadi semacam inspirator untuk mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa di dunia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Karena keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan<br />
dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal di seluruh dunia.<br />
Tetapi dibalik keberhasilan itu Tenzing Norgay memiliki peran yang sangat<br />
besar, mengapa Tenzing Norgay tidak menjadi terkenal dan mendapatkan<br />
semua yang didapatkan oleh Sir Edmund Hillary padahal ia adalah sang pemandu<br />
yang membantu dan mengantarkannya mencapai Puncuk Mount Everest?<br />
Seharusnya bisa saja ia lah orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Mount  Everest bukan Sir Edmund Hillary. Sesaat setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay, berikut cuplikannya :</p>
<p><strong>Reporter</strong> : <em>Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan<br />
puncak gunung tertinggi di dunia?</em></p>
<p><strong>Tenzing Norgay</strong> : <em>Sangat senang sekali</em></p>
<p><strong>Reporter</strong> : <em>Andakan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary,<br />
tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya<br />
Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di<br />
puncak Mount Everest ?</em></p>
<p><strong>Tenzing Norgay</strong> : <em>Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak,<br />
saya persilakan dia (Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya<br />
dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan<br />
Puncak Gunung Tertinggi di dunia&#8230;.</em></p>
<p><strong>Reporter</strong> : <em>Mengapa Anda lakukan itu???</em></p>
<p><strong>Tenzing Norgay</strong> : <em>Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary , bukan impian<br />
saya&#8230;..impian saya hanyalah berhasil membantu dan<br />
mengantarkan dia meraih IMPIAN nya.</em></p>
<p>Itulah sekelumit kisah tentang seorang pemandu pendaki bernama Tenzing Norgay. Ia tidak menjadi serakah ataupun iri dengan keberhasilan, nama besar dan semua penghargaan yang diperoleh Sir Edmund Hillary. Ia cukup bangga dapat membantu orang lain mencapai &amp; mewujudkan impian-nya.<br />
Dalam kehidupan sehari-hari atau dalam dunia kerja kita secara pribadi terbiasa atau terkondisikan untuk fokus kepada diri kita sendiri, siapa yang mendapat nama, apa yang kita dapatkan, bonus, penghargaan, insentif dan sebagainya.<br />
Sebagai renungan &#8220;Bisakah kita menjadi seperti Tenzing Norgay?&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8230;..sebenarnya bukan Bisa atau Tidak&#8230;tapi Mau atau Tidak! menurut Anda?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Sumber : http://adinfobogor.blogspot.com/search/label/Refleksi</em></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardy7.wordpress.com/85/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardy7.wordpress.com/85/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardy7.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardy7.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardy7.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardy7.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardy7.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardy7.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardy7.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardy7.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardy7.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardy7.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardy7.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardy7.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardy7.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardy7.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardy7.wordpress.com&amp;blog=4162771&amp;post=85&amp;subd=ardy7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardy7.wordpress.com/2008/09/16/tenzing-norgay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a8d9059e1ff86d093c6cf4f031c51fd7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ardylicious</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardy7.files.wordpress.com/2008/09/refleksi_21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">refleksi_21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuka Hati, Membuka Diri !</title>
		<link>http://ardy7.wordpress.com/2008/09/11/membuka-hati-membuka-diri/</link>
		<comments>http://ardy7.wordpress.com/2008/09/11/membuka-hati-membuka-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 12:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardylicious</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardy7.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Dadang Kadarusman, Penulis Buku “Belajar Sukses Kepada Alam” Bukalah pintu hatimu. Begitu anda mengatakan jika menginginkan seseorang menerima kehadiran diri anda. Ini benar bukan hanya dalam konteks membangun sebuah hubungan. Juga benar dalam konteks bagaimana kita bersedia membuka hati kepada sebuah nasihat, masukkan, dan kritikan yang ditujukan kepada kita. Jujur saja, kita tidak <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardy7.wordpress.com&amp;blog=4162771&amp;post=80&amp;subd=ardy7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ardy7.files.wordpress.com/2008/09/keys-heart.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-81" title="keys-heart" src="http://ardy7.files.wordpress.com/2008/09/keys-heart.jpg?w=510" alt=""   /></a><span style="font-size:85%;">Oleh : Dadang Kadarusman, Penulis Buku “Belajar Sukses Kepada Alam”</span><br />
<span style="font-style:italic;"><br />
Bukalah pintu hatimu. Begitu anda mengatakan jika menginginkan seseorang menerima kehadiran diri anda. Ini benar bukan hanya dalam konteks membangun sebuah hubungan. Juga benar dalam konteks bagaimana kita bersedia membuka hati kepada sebuah nasihat, masukkan, dan kritikan yang ditujukan kepada kita. </span><br />
<span style="display:inline;"><br />
Jujur saja, kita tidak terlalu suka mendengar nasihat. Sehingga kita kehilangan pelajaran yang dikandungnya. Kita enggan mendengarkan masukan. Sehingga kita tidak melakukan perbaikan. Kita juga alergi dengan kritikan. Sehingga kita terkungkung oleh kepicikan. Pendek kata, kita menutup diri dengan cara menutup pintu hati kita dari semua yang datang dari luar.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu yang lalu, saya meminta tolong tukang bangunan memperbaiki bagian rumah yang bocor. Lalu, jadilah pasir, semen dan kerikil diaduk-aduk sang tukang diatas sebidang tanah. Sejak saat itu, sisa-sisa adukan mengeras dan melapisi tanah itu.<span id="more-80"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Di musim hujan, tanah itu digenangi air. Dan dimusim kemarau, tanah itu menjadi bagian yang paling kerontang. Ketika hujan turun, tanah itu tidak bisa ditembus air. Sehingga air meluber ke sekelilingnya. Permukaan tanah terbuka di sampingnyalah yang menampung dan menyerap air itu; masuk meresap kedalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa bulan kemudian, tanah di sekitarnya ditumbuhi rerumputan. Semakin lama, semakin menghijau. Bahkan bunga warna-warni bermunculan. Sedangkan ditanah yang tertutupi sisa adukan itu, tidak tumbuh apapun. Meski yang lainnya tumbuh hijau dan hidup, bagian tanah yang satu itu tetap seakan tak bernyawa. Di bagian itu, yang ada hanyalah kebekuan yang membisu.</p>
<p style="text-align:justify;">Hati kita. Kira-kira seperti tanah. Dan air hujan adalah hikmah. Tidak peduli seberapa banyak kalimat-kalimat kebijaksanaan diperdengarkan. Tak jadi soal seberapa sering orang-orang menasihatkan. Dengan hati yang membatu seperti itu; kita tetap saja tidak dapat menerimanya. Sebab, kita lebih suka menolaknya. Mendebatnya. Dan menyangkalnya. Hati kita kering kerontang dan gersang.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika kita lebih suka bertindak sesuka hati saja.<br />
Menutup diri dari kemungkinan bahwa di luar sana, ada cara hidup lain yang lebih baik dari yang selama ini kita anut. Kadang-kadang, logika kita sependapat dengan masukan dari luar. Kita mengerti secara intelektual. Tetapi, karena hati kita ditutup rapat-rapat, kita tetap saja tidak bisa menerimanya. Makanya, tidak heran kalau kita sering mengatakan; &#8220;Iya sih, tapi&#8230;.&#8221; Logika kita menerima konsepsinya. Tetapi, hati kita menolak maknanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kadang, penolakan itu terjadi hanya karena nasihat itu datang bukan dari orang yang kita anggap pantas. Kita menganggap diri ini lebih tahu dari si penyampai berita. Kadang, juga karena kita iri kepada orang itu. Dan kadang, kita memang terlampau egois untuk bisa menerima nasihat apapun. Seakan diri ini sudah terlampau sempurna untuk sekedar berubah. &#8220;Inilah gue apa adanya. Kalau enggak suka, ya<br />
pergi saja!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Kita sering menemukan orang yang begitu kebal terhadap masukan. Sehingga apapun yang dikatakan kepadanya; tidak membekas. Teman saya, seorang eksekutif muda. Ketika ia menyampaikan sebuah masukan kepada staf yang merasa dirinya sangat hebat, orang itu berkata; &#8220;Memangnya kamu tahu apa tentang pekerjaan ini? Saya sudah belasan tahun mengerjakannya. Sedangkan kamu? Tiba-tiba saja menjadi atasan saya. Saya menuruti kamu hanya karena perusahaan telah salah memilihmu menjadi atasan saya!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin anda juga pernah menemukan orang yang menyangkal saat diajak melakukan perbaikan. Mereka bilang; &#8220;Saya tidak mengerti, kenapa sih orang-orang itu mau mengatur hidup saya? Hidup saya ya milik saya. Mereka tidak berhak mengaturnya!&#8221; Ada juga yang berkata;&#8221;Maunya orang-orang itu apa? Saya tidak mengganggu mereka. Kenapa mereka begitu usil pada apa yang saya lakukan?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata, orang-orang seperti itu banyak jumlahnya. Hanya cara dan gayanya saja yang berbeda. Tetapi intinya sama. Dan jangan-jangan&#8230;., kita juga demikian. Kita tidak sungguh-sungguh membuka hati untuk nasihat-nasihat yang baik. Kita tidak suka orang mengatakannya kepada kita. Dianggap angin lalu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kabar positif tiada henti terlontar mengisi seantero udara yang kita hirup. Seharusnya itu bisa membuat kita berpikir positif. Bersikap optimistik. Dan berubah menjadi lebih baik. Tetapi, hati kita yang terlanjur kaku ini tidak dapat menerima nasihat itu. Jadi, sebaik apapun kata-kata bijak yang sampai ke telinga kita; pasti akan tertolak.</p>
<p style="text-align:justify;">Persis seperti air hujan yang menimpa tanah berlapis semen sisa adukan di halaman belakang rumah saya. Tak setetes pun yang bisa meresap. Nasihat itu sekedar lewat. Tiada terserap. Meluber ke sana ke mari. Jika hujan lebat memaksa turun terus-menerus, dia tetap tidak mau menyerapnya; mendingan banjir saja. Maka, hujan hikmah itu pun tergenang sia-sia. Dia tidak dapat menyuburkan hati yang gersang itu. Hati yang kering kerontang ditengah guyuran kalimat-kalimat hikmah&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanah gembur di sekitarnyalah yang dapat menerima air itu sehingga dia menjadi semakin subur. Hati orang-orang di sekitar kita yang terbukalah yang akan mendengarkan nasihat-nasihat itu. Hingga mereka menjadi manusia-manusia yang semakin hari semakin membaik. Sedangkan kita dengan hati yang kaku, membeku dan tertutup ini; tidak mendapatkan apa pun selain kepicikan pikiran dan perasaan saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa bulan setelah tukang bangunan selesai mengaduk semen. Halaman belakang rumah saya yang luasnya hanya beberapa meter persegi itu, telah kembali hijau. Beberapa jenis tanaman berbunga di sana. Rumput halus datar terhampar seperti karpet. Semuanya terlihat hijau. Kecuali di bagian yang tertutup bekas adukan itu. Dia tetap botak. Sungguh, tidak elok dia punya tampak. Air yang disiramkan di atasnya telah dia tolak. Hingga tanaman liar pun tak sudi untuk tumbuh menetap.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah cangkul kecil saya ayunkan berulang-ulang. Mencongkel dan mendongkel. Hingga akhirnya, seluruh lapisan sisa semen yang menutupi tanah itu terangkat. Sekarang, tampaklah permukaan tanah itu berwarna kecoklatan. Merana setelah sekian lama dia terkucilkan. Terisolasi dari air hujan yang menyuburkan. Tak tersentuh oleh cacing tanah menggemburkan. Tertutupi dari cahaya matahari yang mestinya menjadikan dia penuh berisi nutrisi. Kasihan. Sungguh seonggok tanah yang merana.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, ketika lapisan semen itu terangkat seluruhnya; seolah hidup, tanah itu memancarkan gairah dalam tatap penuh harap. Saat air tersiram di atasnya, dia menggeliat kegirangan. Lalu dengan segera air itu diserapnya hingga tak lama kemudian tak terlihat apapun lagi kecuali kelembaban.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang, tanah itu telah kembali kepada fitrahnya. Menyerap air yang mengalir di atasnya. Dan dia berubah menjadi tanah yang basah. Namun ramah. Sekarang, ditangan saya ada sejumput bibit rumput. Lalu saya tanam rumput itu di atasnya. Dan dengan sepenuh penerimaan; tanah itu memeluk akar rumput, hingga rumput itu terlihat nyaman berada dalam dekapannya. Setiap kali kami menyiraminya, tanah itu menyambut tetes demi tetesnya. Dan hari ini, kami nyaris tidak ingat lagi, di bagian manakah tukang bangunan itu mengaduk semen. Semuanya tampak sama. Kembali tertutupi oleh rumput yang menghijau.</p>
<p style="text-align:justify;">Hati kita. Kita perlu menolongnya juga. Kita harus mengelupaskan lapisan egoisme yang menutupi seluruh permukaannya. Mumpung dia belum mati kekeringan. Sebab hati yang terlanjur mati, tidaklah mungkin untuk dihidupkan kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">Hati kita masih hidup. Hanya saja, dia kini tengah menanti kita untuk segera membuka pintunya. Dan mengijinkan nilai-nilai kebajikan memasukinya. Memenuhi setiap relung lorongnya. Dan menggeser kekusutan yang selama ini menguasainya. Membiarkan bisikan-bisikan buruk terusir keluar. Mengelupaskan setiap noda hitam yang menempel disel-selnya. Dan merestui, agar kelapangan mengambil alih kendali didalam hati itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesaat sejak pintu hati kita kembali terbuka. Kita dengan mudah menerima setiap pesan kebajikan. Dan setelah hati kita terbuka, diri kita juga ikut terbuka. Seperti pada tanah yang kembali terbuka itu,</p>
<p style="text-align:justify;">setiap tetumbuhan yang kita tanam dapat hidup dengan subur. Dan seperti itulah pula adanya dengan hati kita. Segalanya akan tumbuh subur, tepat ketika kita bersedia membukanya. Membuka hati. Dan<br />
membuka diri.<br />
<span style="font-weight:bold;"><br />
Catatan kaki: </span><br />
Bukan kurangnya nasihat yang menjadikan hidup kita kacau; melainkan<br />
tertutupnya hati atas nasihat-nasihat itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>Sumber : http://adinfopuri.blogspot.com/search/label/Refleksi</em></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardy7.wordpress.com/80/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardy7.wordpress.com/80/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardy7.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardy7.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardy7.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardy7.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardy7.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardy7.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardy7.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardy7.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardy7.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardy7.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardy7.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardy7.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardy7.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardy7.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardy7.wordpress.com&amp;blog=4162771&amp;post=80&amp;subd=ardy7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardy7.wordpress.com/2008/09/11/membuka-hati-membuka-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a8d9059e1ff86d093c6cf4f031c51fd7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ardylicious</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardy7.files.wordpress.com/2008/09/keys-heart.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">keys-heart</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rahasia 90/10</title>
		<link>http://ardy7.wordpress.com/2008/09/11/rahasia-9010/</link>
		<comments>http://ardy7.wordpress.com/2008/09/11/rahasia-9010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 11:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardylicious</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardy7.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari Anda sarapan bersama di rumah. Anak perempuan anda tiba-tiba tanpa sengaja menumpahkan kopi sehingga baju seragam anda kotor. Anda lepas kendali, memaki-maki anak Anda sehingga dia menangis. Kemarahan anda merembet kepada pembantu karena menaruh cangkir kopi terlalu dekat ke anak Anda. Terjadi debat kusir dengan pasangan anda. Dengan rasa jengkel, anda tinggalkan meja <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardy7.wordpress.com&amp;blog=4162771&amp;post=73&amp;subd=ardy7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://ardy7.files.wordpress.com/2008/09/marah1.jpg"><img class="size-full wp-image-75 alignleft" title="marah1" src="http://ardy7.files.wordpress.com/2008/09/marah1.jpg?w=510" alt=""   /></a><em>Suatu hari Anda sarapan bersama di rumah. Anak perempuan anda tiba-tiba tanpa sengaja menumpahkan kopi sehingga baju seragam anda kotor. Anda lepas kendali, memaki-maki anak Anda sehingga dia menangis. Kemarahan anda merembet kepada pembantu karena menaruh cangkir kopi terlalu dekat ke anak Anda. Terjadi debat kusir dengan pasangan anda.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><span>Dengan rasa jengkel, anda tinggalkan meja untuk ganti seragam. Selesai ganti pakaian, anda melihat anak anda masih menangis dan bersiap untuk pergi sekolah tanpa menyelesaikan sarapannya. Tapi dia sudah ditinggalkan mobil jemputan. Anda bergegas ke mobil dan berteriak kepada anak anda untuk segera naik mobil. Anda terpaksa mengantarnya ke sekolah. Kemudian ngebut karena terlambat. Sialnya waktu memotong jalan, anda dihentikan polisi dan terpaksa damai ! dengan memberikan imbalan Rp. 50.000,-.</span><br />
<span id="more-73"></span><br />
Sampai di sekolah, anak anda langsung lari dari mobil tanpa mengucapkan sepatah kata-kata. Setelah berjuang keras, akhirnya anda tiba di kantor terlambat 20 menit. Pada saat itu, anda baru sadar bahwa anda lupa membawa tas kerja anda. Anda memulai hari itu dengan kejadian yang menjengkelkan. Ketika waktu berlanjut, semua keadaan seolah-olah berubah menjadi semakin kacau.</p>
<p style="text-align:justify;">Sore hari, anda pulang ke rumah dengan lesu. Disambut suasana “dingin” dari pasangan, anak dan pembantu anda. Semua itu terjadi karena reaksi atau respon yang anda lakukan di pagi hari. Mungkin kita pernah mengalami kejadian serupa. Kesialan diikuti berbagai kesialan lainnya. Hal-hal yang tidak menyenangkan datang silih berganti. Hal itu bisa berupa stress, rasa kurang bahagia dan kemarahan yang mengakibatkan putus hubungan persahabata! n, dijauhi teman , menyebalkan dan kadang sangat menyakitkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Coba cermati contoh kasus tersebut. Mengapa anda mengalami hari-hari yang menyebalkan?<br />
(a) Apakah karena kopi tumpah di baju seragam anda?<br />
(b) Apakah karena anak anda yang menyebabkannya?<br />
(c) Ataukah karena Pak Polisi yang menilang anda?<br />
(d) Atau akibat perilaku anda sendiri?</p>
<p style="text-align:justify;">Jawabannya adalah : Sesungguhnya anda bisa mengendalikan reaksi anda pada kejadian tersebut. Hanya reaksi spontan anda, yang mengakibatkan semua itu terjadi. Anda bisa merubah situasi menyebalkan itu menjadi lebih menyenangkan dengan menerapkan rumus 90: 10.</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya, 10% dari kehidupan kita berupa “takdir” yang harus diterima, dan 90% lainnya, disebabkan oleh reaksi anda terhadap berbagai tekanan dan kejadian yang menimpa Anda. Kita tidak bisa mengendalikan 10% faktor takdir. Anak tidak sengaja menumpahkan kopi, mobil mogok. Jadual penerbangan terlambat sehingga seluruh rencana kerja menjadi kacau, dan terjebak dalam kemacetan lalu lintas. Ini realita yang tidak bisa dikontrol.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan aspek 90% sisanya. Anda bisa mengendalikan dan mengatur reaksi atau respon yang akan anda lakukan terhadap kejadian yang menimpa anda. Jangan biarkan berbagai kejadian itu mengatur anda. Anda pasti bisa mengendalikan bagaimana reaksi atau respon terbaik yang harus anda lakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut, contoh yang seharusnya anda lakukan. Kopi menumpahi seragam anda. Anak anda kaget bahkan terlihat akan menangis. Anda bisa berkata, “Nak, tidak apa-apa cuma basah. Lain kali, berhati-hati kalau sarapan.” Anda segera ke kamar dan mengganti baju seragam. Waktu anda kembali anda lihat anak anda sudah selesai sarapan dan segera lari ke depan, menuju mobil jemputan sambil melambaikan tangan kepada anda. Anda, anda masih bisa baca koran dan bercengkerama sebentar sebelum anda siap pergi ke kantor.</p>
<p style="text-align:justify;">Anda tiba di kantor 5 menit sebelum jam kerja, dengan gembira. Anda menyapa semua rekan dan anak buah anda di sepanjang jalan menuju kamar kerja. Anda mendapat pujian bos dan bawahan yang mengamati gerak gerik anda. Hari ini sungguh menyenangkan. Amati apa perbedaan yang terjadi diantara dua skenario di atas. Semua dimulai dengan kejadian yang sama, kopi tumpah (aspek 10%) yang tidak bisa anda cegah. Namun hasilnya jauh berbeda, karena cara anda (aspek 90% ) kejadian tersebut berbeda. Jangan bereaksi negatif terhadap suatu kejadian yang tidak menyenangkan. Berikan reaksi yang positif, dan yakinkan bahwa hal itu tidak akan merusak hari-hari anda selanjutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, apabila anda memberikan reaksi atau respon yang salah, maka pasti akan berdampak buruk bagi anda selanjutnya.<br />
Apa reaksi anda bila terjebak kemacetan lalu-lintas?<br />
Apakah membunyikan klakson mobil sekeras-kerasnya?<br />
Apakah dengan berlaku seperti itu kejadian akan membaik?<br />
Apakah detak jantung anda menjadi normal atau sebaliknya?<br />
Apakah orang lain peduli bila akhirnya anda terlambat tiba di kantor 10-20 menit?<br />
Mengapa anda membiarkan kejadian tersebut merusak seluruh hari anda?</p>
<p style="text-align:justify;">Ingat rumus 90 :10. Rahasia manfaat penerapan rumus 90 : 10 dalam kehidupan sehari-hari itu sungguh luar biasa. Namun, sedikit diantara kita yang memahaminya, sehingga jutaan orang menderita stress dan berbagai macam masalah pribadi. Ini menjadi bahan refleksi bagi kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em><strong><span class="post-author vcard"> Diposting oleh <span class="fn">Novry Sabmen Simanjuntak</span></span><span class="post-timestamp"><a class="timestamp-link" title="permanent link" rel="bookmark" href="http://adinfobogor.blogspot.com/2007/11/rahasia-9010.html"><abbr class="published" title="00" /></a></span></strong></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em><strong>Sumber : http://adinfobogor.blogspot.com/search/label/Refleksi</strong></em></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardy7.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardy7.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardy7.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardy7.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardy7.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardy7.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardy7.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardy7.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardy7.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardy7.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardy7.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardy7.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardy7.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardy7.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardy7.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardy7.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardy7.wordpress.com&amp;blog=4162771&amp;post=73&amp;subd=ardy7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardy7.wordpress.com/2008/09/11/rahasia-9010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a8d9059e1ff86d093c6cf4f031c51fd7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ardylicious</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ardy7.files.wordpress.com/2008/09/marah1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">marah1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbagi-Cerita..</title>
		<link>http://ardy7.wordpress.com/2008/08/13/berbagi-cerita-2/</link>
		<comments>http://ardy7.wordpress.com/2008/08/13/berbagi-cerita-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 04:33:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardylicious</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardy7.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Berbagi-Cerita adalah blog yang ga sengaja dibuat sebagai media bercerita, baik itu yang mau curhat, nyumbang artikel, diskusi, nanya-nanya, ato apalah yang penting kita semua saling Berbagi-Cerita. Ya moga-moga aja blog ini banyak yang suka.. oke deh guyz ditunggu ya sumbangan Ceritanya, kirim aja ke dc_Ardiyan@yahoo.com.au di jamin ceritanya akan dimuat di Blog ini ! <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardy7.wordpress.com&amp;blog=4162771&amp;post=44&amp;subd=ardy7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p>Berbagi-Cerita adalah blog yang ga sengaja dibuat sebagai media bercerita, baik itu yang mau curhat, nyumbang artikel, diskusi, nanya-nanya, ato apalah yang penting kita semua saling Berbagi-Cerita. Ya moga-moga aja blog ini banyak yang suka..</p>
<p>oke deh guyz ditunggu ya sumbangan Ceritanya, kirim aja ke <em><strong>dc_Ardiyan@yahoo.com.au </strong></em>di jamin ceritanya akan dimuat di Blog ini !</p>
<p>Thankz aLL …</p></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardy7.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardy7.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardy7.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardy7.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardy7.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardy7.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardy7.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardy7.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardy7.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardy7.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardy7.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardy7.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardy7.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardy7.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardy7.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardy7.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardy7.wordpress.com&amp;blog=4162771&amp;post=44&amp;subd=ardy7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardy7.wordpress.com/2008/08/13/berbagi-cerita-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a8d9059e1ff86d093c6cf4f031c51fd7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ardylicious</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugu Peringatan</title>
		<link>http://ardy7.wordpress.com/2008/08/09/tugu-peringatan/</link>
		<comments>http://ardy7.wordpress.com/2008/08/09/tugu-peringatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 13:37:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardylicious</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardy7.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah kisah yang bisa disebut termasuk kategori ‘ Percaya atau Tidak ‘. Terlepas dari benar tidaknya cerita yang sudah bertebaran dimana – mana ini, namun isinya sangat sarat dengan kebijakan : Suatu hari, ada seorang perempuan yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang. Pasangan ini turun dari kereta api di <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardy7.wordpress.com&amp;blog=4162771&amp;post=28&amp;subd=ardy7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em> Ini adalah kisah yang bisa disebut termasuk kategori ‘ Percaya atau Tidak ‘. Terlepas dari benar tidaknya cerita yang sudah bertebaran dimana – mana ini, namun isinya sangat sarat dengan kebijakan :</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Suatu hari, ada seorang perempuan yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang. Pasangan ini turun dari kereta api di </span><span style="font-family:&quot;">Boston</span><span style="font-family:&quot;">, dan menuju kantor pimpinan </span><span style="font-family:&quot;">Harvard</span><span style="font-family:&quot;"> </span><span style="font-family:&quot;">University</span><span style="font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Sang sekretaris universitas yang melihat dua sejoli itu langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampong, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambrige.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“ Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard, “ kata sang pria dengan lembut. “ Beliau hari ini sedang sibuk, “ Sahut sekretaris itu dengan cepat. “ Kami akan menunggu, “ kata sang perempuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak, sang sekretaris mulai frustasi dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada pimpinannya.</span></p>
<p><span id="more-28"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>“ Mungkin jika anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi, “ Katanya pada sang pimpinan. Sang pemimpin menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan baju usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya muncul. Sang pemimpin Harvard dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Sang perempuan berkata kepadannya, “ Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia disini, tetapi setahun yang lalu dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, disuatu tempat di kampus ini. Bolehkah? “ tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Sang pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. “ Nyonya, “ katanya dengan kasar, “ kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini akan menjadi seperti kuburan. “. Oh bukan, “ sang perempuan menjelaskan dengan cepat. “, “ kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan, kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard, “ tambah perempuan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Sang pemimpin Harvard memutar matanya, dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “ Sebuah Gedung !? apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung<span> </span>?! kalian perlu memiliki lebih dari $ 75 Juta hanya untuk bangunan fisik Harvard. “</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Untuk beberapa saat sang perempuan terdiam. Sang pemimpin Harvard senang, mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang perempuan menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “ kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ? “</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Suaminya mengangguk. Wajah sang pemimpin Harvard menampakan kebingungan. Ya, itu adalah Mr. dan Mrs. Leland Stanford, keduanya bangkit dan berjalan pergi. Pasangan yang dikecewakan itu lalu melakukan perjalanan ke </span><span style="font-family:&quot;">Palo Alto</span><span style="font-family:&quot;">, </span><span style="font-family:&quot;">California</span><span style="font-family:&quot;">. Di </span><span style="font-family:&quot;">sana</span><span style="font-family:&quot;"> mereka mendirikan sebuah universitas yang menyandang nama mereka. Universitas itu adalah </span><span style="font-family:&quot;">Stanford</span><span style="font-family:&quot;"> </span><span style="font-family:&quot;">University</span><span style="font-family:&quot;">, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardy7.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardy7.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardy7.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardy7.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardy7.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardy7.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardy7.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardy7.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardy7.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardy7.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardy7.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardy7.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardy7.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardy7.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardy7.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardy7.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardy7.wordpress.com&amp;blog=4162771&amp;post=28&amp;subd=ardy7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardy7.wordpress.com/2008/08/09/tugu-peringatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a8d9059e1ff86d093c6cf4f031c51fd7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ardylicious</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Anjing</title>
		<link>http://ardy7.wordpress.com/2008/08/09/anak-anjing/</link>
		<comments>http://ardy7.wordpress.com/2008/08/09/anak-anjing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 13:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardylicious</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi-Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardy7.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari ada seorang anak laki – laki berjalan ke sebuah toko hewan peliharaan. Di depan toko tersebut terpasang papan pengumuman yang menyebutkan “ Dijual Anak Anjing “. Rupanya anak kecil itu tertarik dengan papan pengumuman tersebut. Ia segera masuk ke dalam toko dan bertanya kepada pemiliknya, “ Berapa harga anak anjing yang anda jual <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardy7.wordpress.com&amp;blog=4162771&amp;post=25&amp;subd=ardy7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Suatu hari ada seorang anak laki – laki berjalan ke sebuah toko hewan peliharaan. Di depan toko tersebut terpasang papan pengumuman yang menyebutkan “ Dijual Anak Anjing “.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Rupanya anak kecil itu tertarik dengan papan pengumuman tersebut. Ia segera masuk ke dalam toko dan bertanya kepada pemiliknya, “ Berapa harga anak anjing yang anda jual itu? “ Pemilik toko itu menjawab, “ Harganya berkisar antara seratus ribu rupiah. “</span></p>
<p><span id="more-25"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Kemudian anak laki – laki itu berkata “ Bisakah aku melihat – lihat dulu anak anjing yang anda jual itu ? “ Pemilik toko pun tersenyum , kemudian ia mulai bersiul memanggil anjing – anjingnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Tak lama kemudian dari kandang anjing muncul sejumlah anak anjing. Mereka berlarian di sepanjang lorong toko. Tetapi, ada satu anak anjing yang tampak kesulitan saat berlari dan tertinggal paling belakang. Si anak lelaki itu lalu menunjuk pada anak anjing yang paling terbelakang dan tampak cacat itu. “ kenapa anak dengan anjing itu? “ tanyanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Si pemilik toko kemudian menjelaskan bahwa ketika dilahirkan, anak anjing itu mempunyai kelainan<span> </span>di pinggulnya, dan akan menderita cacat seumur hidupnya. Anak lelaki itu tampak gembira dan berkata, “ Aku beli anak anjing yang cacat itu. “ Kemudian dia mulai merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa lembar uang. “ Aku hanya mempunyai limah puluh ribu rupiah !, bolehkah saya melunasi sisanya nanti ? “</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Si pemilik toko itu menjawab “ Jangan, jangan beli anak anjing yang cacat<span> </span>itu. Tapi jika kau tetap ingin memilikinya, aku akan berikan anak anjing itu padamu dengan gratis. “ Anak lelaki itu pun kecewa. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, “ Aku tak mau kau memberikan anak anjing itu secara<span> </span>cuma – Cuma kepadaku, seolah – olah anak anjing itu tak berharga untukmu. Meski cacat, anak anjing itu tetap mempunyai harga yang sama sebagaimana anak anjing yang lain. Aku akan bayar penuh harga anak anjing itu. Saat ini, aku hanya mempunyai </span><span style="font-family:&quot;">lima</span><span style="font-family:&quot;"> puluh ribu rupiah. Tetapi setiap hari aku akan mengangsurnya hingga lunas. “</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Tetapi pemilik toko itu menolak, “ Nak, kau jangan membeli anak anjing ini. Dia tidak bisa<span> </span>berlari dengan cepat, dia tidak bisa melompat dan bermain sebagaimana anak anjing lainnya. “</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Anak lelaki itu terdiam. Lalu ia melepas dan menarik ujung celana panjangnya. Dari balik celana itu tampaklah sepasang kaki yang cacat. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, “ Tuan, akupun tidak bisa berlari dengan cepat, akupun tidak bisa melompat dan bermain sebagaimana anak lelaki lainnya. Oleh karena itu aku tahu bagaimana perasaan anak anjing itu, bahwa anak anjing itu membutuhkan seseorang yang mau mengerti penderitaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Pemilik toko itu menggigit bibirnya. Genangan air menetes disudut matannya. Ia tersenyum dan berkata, “ Aku akan berdoa setiap hari agar anak anjingku yang lainnya bisa mempunyai majikan sebaik engkau. “…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardy7.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardy7.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardy7.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardy7.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardy7.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardy7.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardy7.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardy7.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardy7.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardy7.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardy7.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardy7.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardy7.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardy7.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardy7.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardy7.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardy7.wordpress.com&amp;blog=4162771&amp;post=25&amp;subd=ardy7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardy7.wordpress.com/2008/08/09/anak-anjing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a8d9059e1ff86d093c6cf4f031c51fd7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ardylicious</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Warna-Warni Kehidupan  Antara Kebahagiaan dan Kesedihan</title>
		<link>http://ardy7.wordpress.com/2008/08/08/warna-warni-kehidupan-antara-kebahagiaan-dan-kesedihan/</link>
		<comments>http://ardy7.wordpress.com/2008/08/08/warna-warni-kehidupan-antara-kebahagiaan-dan-kesedihan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 13:02:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardylicious</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardy7.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya jadi juga aku menulis di blogku. Ini adalah tulisan pertamaku yang aku simpan diblog ini, so harap maklum kalau tulisannya tidak sebagus tulisan para penulis lainnya. Sebenarnya aku bukan penulis atau orang yang pandai menulis, aku hanya mencoba menuliskan apa yang ingin aku tulis, nah lho bingung kan, ya udah gak usah dipikirin. Sekarang <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardy7.wordpress.com&amp;blog=4162771&amp;post=10&amp;subd=ardy7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Akhirnya jadi juga aku menulis di blogku. Ini adalah tulisan pertamaku yang aku simpan diblog ini, so harap maklum kalau tulisannya tidak sebagus tulisan para penulis lainnya. Sebenarnya aku bukan penulis atau orang yang pandai menulis, aku hanya mencoba menuliskan apa yang ingin aku tulis, nah lho bingung </span><span style="font-family:&quot;">kan</span><span style="font-family:&quot;">, ya udah gak usah dipikirin. Sekarang kita kembali ke topik kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Warna – warni kehidupan, ya setiap kita yang menjalani hidup di dunia ini pasti penuh dengan warna, bukan warna merah, kuning ataupun hijau seperti warna pelangi, tetapi warna dalam arti penuh dengan sesuatu yang berbeda dan bervariatif antara hidup yang kita alami dengan hidup yang orang lain alami, juga berbagai hal yang sering terjadi selama kita menjalani hidup.</span></p>
<p><span id="more-10"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Ada</span><span style="font-family:&quot;"> dua hal di dunia ini yang menurutku paling menarik untuk kita ceritakan, yaitu kebahagiaan dan kesedihan, keduanya memang sangat bertolak belakang tetapi keduanya juga berjalan bersama mewarnai kehidupan kita. Setiap kita pasti pernah mengalami keduanya baik kebahagiaan juga kesedihan. Tetapi kebanyakan atau pasti, kita hanya ingin mengalami kebahagiaannya saja dalam hidup kita, tetapi bagaimana jika kita hanya mengalami kebahagiaannya saja tanpa ada kesedihan yang mengikuti dibelakangnya? Pasti kehidupan kita tidak akan berwarna dan menarik untuk kita jalani, namun bagaimana jika kita hanya mengalami kesedihan tanpa ada kebahagiaan yang menemani hidup kita, tentu tidak akan ada orang yang mau menjalani kehidupan seperti demikian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Maka dari itu Tuhan sangat adil, Dia menciptakan kebahagiaan juga kesedihan. Sama seperti dia menciptakan manusia laki – laki dia juga menciptakan manusia wanita sebagai pendampingnya, hingga saat ini laki – laki tidak akan bisa berdiri tanpa wanita dibelakangnya. Sama seperti kebahagiaan dan kesedihan. Dan satu hal yang perlu kita ketahui bahwa di dunia ini porsi antara kebahagiaan dan kesedihan itu sama atau seimbang, meskipun tidak sedikit dari kita beranggapan bahwa kesedihan itu lebih banyak daripada kebahagiaan, begitu juga sebaliknya. Akupun pernah berpendapat demikian, karena jujur saja pengalamanku selama menjalani kehidupan memang lebih banyak kesedihannya ketimbang kebahagiaannya. Namun setelah aku belajar akhirnya aku bisa melihat kebahagiaan yang luar biasa dalam kehidupan dari sisi yang berbeda sehingga aku bisa yakin dan percaya bahwa antara kebahagiaan dan kesedihan itu seimbang. Bukan hanya aku, banyak orang yang mengerti akan hal ini, tetapi banyak juga orang yang belum mengerti. Maka dari itu aku menulis ini dengan harapan agar semua orang bisa mengerti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Warna – warni kehidupan juga bisa kita lihat dari mereka – mereka yang kaya, yang setiap hari bisa makan enak tanpa mendapat kesulitan untuk bisa menjalani hidup. Juga mereka – mereka yang hidup di jalan, yang tidak mempunyai keluarga dan sulit untuk bisa makan. Beberapa dari kita pasti beranggapan bahwa Kebahagiaan sudah dimiliki oleh mereka yang kaya dan kesedihan menjadi sahabat buat mereka yang miskin. Anggapan tersebut memang benar, tetapi bisa menjadi salah besar jika kita berkata Pasti. Karena pada kenyataannya cukup banyak mereka yang kaya dan kelihatan tidak mempunyai beban dalam hidupnya namun selalu mendapat kesedihan, sedangkan mereka yang miskin justru memiliki sesuatu yang sangat berharga untuk hidup mereka yaitu kebahagiaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Apa yang salah hingga hal demikian bisa terjadi? Yang salah adalah pola pikir kita dan cara kita dalam menghadapi kebahagiaan juga kesedihan. Setiap kita pasti mempunyai cara yang berbeda dalam menghadapi warna – warni kehidupan seperti demikian, namun apakah cara yang kita ambil itu selalu benar? Jawabannya Tidak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Untuk menghadapi sebuah kebahagiaan mungkin terdengar sangat mudah, dan pandangan seperti inilah yang kadangkala membuat kebahagiaan kita menjadi tidak sempurna, karena kebahagiaan yang sesungguhnya adalah orang lain dapat menikmati kebahagiaan kita, itulah kebahagiaan. Lalu bagaimana buat mereka yang sudah mendapatkan kebahagiaan yang melimpah? Bagikanlah kebahagiaan itu untuk mereka yang memerlukannya, karena tidak mungkin selamanya kebahagiaan menjadi sahabat kita, sehingga ketika kita mendapat kesedihan, orang yang telah kita berikan kebahagiaan dapat mengajarkan kita apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi kesedihan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Dan</span><span style="font-size:20pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span><span style="font-family:&quot;">untuk menghadapi kesedihan, inilah ujiannya, seringkali kita terlalu lama larut dalam kesedihan hingga tidak bisa melihat sedikitpun kebahagiaan yang sebenarnya ada disekitar kita. Kita seringkali berpikir bahwa kesedihan kita lebih banyak dibandingkan kebahagiaan, seperti yang aku alami sebelum aku mengerti akan hal ini. padahal sebenarnya kita masih terlalu cepat untuk mengatakan hal demikian. Hal yang tidak kita sadari adalah, sebenarnya hal seperti itu sangat baik untuk kelanjutan hidup kita. Lho maksudnya apa? Aku pernah membaca sebuah kalimat yang tertulis demikian pada sebuah buku <em>“ Ujian karakter yang sejati bukanlah berapa banyak yang kita ketahui, melainkan berapa banyak yang bisa kita lakukan ketika kita tidak tahu harus melakukan apa “</em>. Ketika kesedihan datang kita merasa itu adalah pukulan yang sangat berat dan membuat kita tidak tahu harus melakukan apa, nah disitulah sebenarnya tujuan Tuhan memberikan kita kesedihan, agar kita dapat menjadi pribadi yang kuat dan tidak mudah menyerah. Dan modal itulah yang dapat membuat kita bisa mendapatkan kebahagiaan yang kekal. Aku sangat kagum buat mereka yang hidup di jalan dan tidak mempunyai keluarga justru bisa menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan, mungkin karena mereka bisa berpikir positif dan bisa mengambil pelajaran dari apa yang mereka alami sebelumnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Berpikirlah bahwa sebenarnya masih jauh lebih banyak orang yang lebih menyedihkan hidupnya dari kita, buktinya sekarang anda sedang berhadapan dengan sebuah komputer dengan koneksi internet baik itu di rumah maupun diwarnet, dan ketahuilah diluar </span><span style="font-family:&quot;">sana</span><span style="font-family:&quot;"> banyak sekali orang yang tidak bisa berinternetan karena keterbatasan uang juga pengetahuan. untuk kita yang sedang bahagia sering – seringlah kita melihat kehidupan orang yang jauh lebih menyedihkan dari kita, bukan untuk menenggakkan kepala tapi untuk menundukan kepala, belajarlah dari mereka, bagaimana cara mereka menghadapi kesedihan yang cukup berat, lalu untuk kita yang sedang sedih, berhentilah mengeluh dan berkata <em>“ Aku lelah menjalani kehidupan seperti ini.. “.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Warna – warni kehidupan antara kebahagiaan dan kesedihan memang hal yang selalu melekat dalam kehidupan kita, dan bersyukurlah akan adanya itu. Karena apapun yang kita alami baik itu kebahagiaan maupun kesedihan, itu dapat menjadikan kita manusia yang benar – benar telah menjalani kehidupan yang sesungguhnya<em>.</em>.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardy7.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardy7.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardy7.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardy7.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardy7.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardy7.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardy7.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardy7.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardy7.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardy7.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardy7.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardy7.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardy7.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardy7.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardy7.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardy7.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardy7.wordpress.com&amp;blog=4162771&amp;post=10&amp;subd=ardy7&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardy7.wordpress.com/2008/08/08/warna-warni-kehidupan-antara-kebahagiaan-dan-kesedihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a8d9059e1ff86d093c6cf4f031c51fd7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ardylicious</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
